Nauli
wrote :Archive for October 12th, 2008
Nauli
wrote :
Tulisan ini gue buat buat sahabat gue Rika, yang sempet malu untuk ikutan nulis di milis, dan juga nggak pede untuk ngobrol sama orang tua seperti Pak mansyur, guru sejarah, yang hadir waktu reuni
Hai, Rika sayang


Tulisan ini dibuat menjelang ramadhan, tapi sampai sekarang belum kesampaian….
Buat Meitha, Yaya, Ika, dan semua temen2 yang berhalangan hadir…


friends,
Berasal dari iuran, zakat, infak, shodaqoh. Daripada uangnya bertebaran dimana2, yang kita gak tau apakah disalurkan secara benar dan istiqomah. Kenapa tidak kita kelola sendiri, dengan administrasi dan payung hukum yang jelas ? Dan semuanya bisa diakses secara transparan. Kalau diantara temen2 ada yang bisa mengelola secara profesional lebih baik, kalau tidak ada, kita akan menggaji orang lain secara profesional.
2. Bisnis & Networking yang penuh kolusi dan nepotisme untuk keluarga Boedoet7 88, tapi tetap profesional ya pada pelaksanaannya. Contohnya : Rico tidak hanya akan bergerak di catering, tapi juga mengelola restoran2 (baik franchise maupun original) dan SDM-nya berasal dari keluarga Boedoet7 88.
|
Minggu, 3 Agustus 2008. 08.39
Tulisan ini gue buat menjelang reuni boedoet88 10 Agustus 2008
Awalnya, gue malas banget ikutan milis. Tapi Nauli yang baik, menceburkan gue kemilis.
Gue jarang buka milis, sampai suatu saat, gue harus melakukan audit sectio sesarea di RS Persahabatan, gue harus kontak sama dr. Ervin, teman gue yang buat statistiknya. Sambil chatting ma Ervin, gue iseng2 buka milis, eh ternyata kok menarik juga, lucu. Dan gue merasa sombong sekali, gue malu banget, kenapa sih dengan gue?
Gue tau, dulu waktu SMA, gue rada autis, kata si Widiyati (Wiwik) soulmate gue dari SMA. Jarang bergaul, ama temen2 dikelas waktu kelas 2 dan 3. Waktu kelas 1 gue masih akrab ma temen2 alaga 4. Tapi ada suatu kondisi spesial saat itu yang gak bisa gue jelaskan, gue berada dalam kebimbangan yang amat sangat, lebih tepatnya mencari jati diri gue. Gue pernah pergi ke jogja sendiri, dan termangu di samping kali code, memutuskan gak mau balik ke Jakarta, dan mau bantuin Romo Mangun, ngasih pelajaran ama anak2 miskin di kali code.
Tapi saat itu Adzan memanggil gue, dan gue pergi ke masjid. Takdir berkata lain setelah itu.
Gue berusaha menenggelamkan diri gue dengan menulis, menulis, menulis saat itu
pergaulan gue makin jauh dari temen2. Bener2 autis.
Makanya kalau ada reuni, gue sering ragu, datang atau tidak ya??
Tapi baca tulisan Athing di milis, membuat gue tergugah, ada apa sih dengan gue ?
Bukankah setelah 20 tahun ini, gue sudah membuktikan gue bisa mengakrabkan diri gue dengan pasien2 yang baru kenal, apalagi dengan temen2 SMA yang dulu pernah 3 tahun menghabiskan suka duka bareng2.
Gue harus datang, dan gue harus memotivasi temen2 yang lain untuk datang !!
Maka jadilah surat gue ini…..
Dear panitia yang lagi sibuk,
|
Recent Comments