dr. Botefilia Arjunadi SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Dokter Kandungan Perempuan, RSP - Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, RSIA Tambak, Rumah Sakit Tria Dipa. Senam Kehamilan dan Sex. Melahirkan secara normal. Prematur. Partus (Melahirkan) Persalinan normal Partus Normal
09 Nov 2008 TORCH

Lebih Dekat dengan TORCH

TORCH adalah singkatan dari beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan bayi lahir dengan kelainan kongenital yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simpleks. Pada infeksi TORCH, gejala klinis seringkali tidak spesifik, sehingga sulit dibedakan dengan penyakit lain. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mendiagnosis TORCH. Bagaimana ke empat penyakit ini bisa menjadi bahaya bagi kehamilan, apa saja akibat yang dapat ditimbulkan oleh masing-masing penyakit, mari kita kenali TORCH lebih dekat.

TOXOPLASMA

Penyakit Toksoplasma disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang merupakan salah satu penyebab kelainan kongenital yang lebih sering ditemukan dibanding penyebab lainnya dari golongan TORCH. Yang mempunyai peran besar dalam penyebaran penyakit ini adalah kucing. Saat kucing mengkonsumsi binatang pengerat atau burung yang telah terinfeksi toxoplasma, parasit tersebut akan masuk ke pencernaan dan sampai pada feses kucing.

Infeksi pada manusia terjadi saat tanpa sengaja kulit manusia bersentuhan dengan feses kucing misalnya saat membersihkan tempat buang air dari kucing kesayangan atau saat manusia sedang berkebun tanpa menggunakan sarung tangan dan tanpa sengaja menyentuh feses kucing. Infeksi juga dapat terjadi jika manusia memakan sayur atau buah yang telah terkontaminasi feses kucing, atau melalui daging binatang (misalnya kambing, sapi, babi) yang telah terinfeksi. Jadi sebenarnya, semua manusia mempunyai kemungkinan yang sangat besar terinfeksi toxoplasma, tidak hanya orang yang gemar memelihara kucing saja.

Gejala

Infeksi Toxoplasma dapat berlalu begitu saja tanpa menimbulkan gejala. Beberapa hari setelah terinfeksi dapat muncul rasa lelah, nyeri kepala, dan demam, yang oleh penderita seringkali dianggap hanya gejala flu saja.


Akibat

Yang dapat terjadi pada ibu hamil yang terinfeksi dengan toxoplasma adalah keguguran, bayi lahir prematur, serta terdapat kelainan pada janin yang dikandungnya. Kelainan yang terjadi dapat bersifat ringan atau berat, terkadang kelainan baru timbul saat anak dewasa.

Pemeriksaan

Untuk mengetahui apakah anda terinfeksi Toxoplasma, yang perlu diperiksa adalah Anti Toxoplasma IgM, IgG, dan aviditas IgG. Perhatikan interpretasi hasil pemeriksaan dibawah ini:

- IgG positif , IgM negatif: anda pernah terinfeksi toxoplasma, memiliki kekebalan, dan saat ini anda tidak sedang terinfeksi. Dengan begitu, status anda aman, jadi tidak perlu merasa khawatir.

- IgG positif, IgM positif: kemungkinan terdapat infeksi lama ataupun infeksi baru. Perlu dikonfirmasi dengan melakukan pemeriksaan aviditas IgG. Aviditas rendah berarti infeksi baru, aviditas tinggi berarti infeksi lama.

- IgG negatif, IgM negatif: anda tidak memiliki kekebalan terhadap toxoplasma dan saat ini anda tidak terinfeksi.

- IgG negatif, IgM positif: anda tidak memiliki kekebalan & saat ini anda sedang terinfeksi.

Hamil tapi punya kucing?

Bagi sedang hamil dan ingin tetap memelihara kucing kesayangan, berikut tips agar terhindar dari kemungkinan terinfeksi toxoplasma dari kucing anda:

1. Jangan mencuci tempat kotoran kucing, kalau memang tidak ada orang lain, pakailah sarung tangan, dua lapis jika perlu. Setelah itu, cuci tangan dengan bersih.

2. Bersihkan tempat kotoran kucing setiap hari karena parasit toxoplasma baru dapat menginfeksi setelah hari ke-5 berada dalam feses kucing.

3. Jangan biarkan kucing main diluar rumah, untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi.

4. Periksa kesehatan kucing yang baru anda beli atau baru anda pelihara, karena anda tidak tahu apakah dia sehat atau telah terinfeksi toxoplasma.

5. Gunakan sarung tangan saat anda berkebun dan cuci tangan yang bersih setelahnya.

RUBELLA

Rubella yang mempunyai nama lain campak jerman, disebabkan oleh Togavirus yang menginfeksi manusia melalui saluran pernafasan. Gejala dari penyakit ini adalah demam, nyeri kepala, serta rasa tidak enak di badan yang kemudian diikuti oleh keluarnya kemerahan pada kulit. Kemerahan yang timbul mirip seperti penyakit campak biasa, namun terlihat lebih terang dan tersebar tidak berkelompok. Selain itu dapat pula terjadi konjungtivitis (peradangan pada mata).

Rubella pada Kehamilan

Infeksi rubella pada kehamilan dapat berakibat fatal, terutama jika infeksi terjadi pada masa kehamilan awal. Jika infeksi terjadi pada usia kehamilan 8-10 minggu (sekitar 2 -2,5 bulan) , 90% janin umumnya akan mengalami kelainan seperti keterbatasan mental, katarak, ketulian, kelainan jantung, pertumbuhan janin terhambat, serta kelainan pada otak, hati, serta paru. Kemungkinan terinfeksi turun menjadi 20% jika infeksi terjadi pada usia kehamilan diatas 16 minggu. Beberapa bayi dapat terlihat normal saat lahir, namun kelainan seperti ketulian dapat baru terdeteksi di kemudian hari.

Diagnostik

Diagnostik pasti melalui pemeriksaan anti Rubella IgM dan IgG. Pemeriksaan ini perlu dilakukan jika terdapat gejala rubella dan jika terdapat penderita rubella disekitar tempat tinggal pasien sehari-hari.

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Penyakit ini disebabkan oleh virus cytomegalo yang termasuk kedalam golongan virus herpes. Seperti penyakit akibat virus herpes lainnya, CMV dapat tinggal didalam tubuh dan dapat menjadi aktif kembali (reaktivasi) saat kekebalan tubuh menurun. Infeksi pada kehamilan biasanya terjadi karena reaktivasi tersebut.

Penularan

Penularan CMV dapat terjadi jika kita berhubungan dekat dengan penderita yaitu melalui ludah, air kencing, ataupun air susu ibu. CMV juga menular melalui hubungan seksual dan transfusi darah.

CMV pada kehamilan

Infeksi CMV pada kehamilan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan otak, pembesaran hati dan limpa, serta dapat terjadi retardasi mental. Bayi juga dapat terinfeksi saat proses kelahiran, karena CMV yang terdapat pada serviks. Komplikasi yang dapat terjadi selanjutnya adalah gangguan pada pendengaran dan penglihatan.

Diagnosis

Diagnosis CMV dilakukan melalui pemeriksaan Anti CMV IgG, IgM, serta aviditas IgG.

HERPES SIMPLEKS (HSV)

Virus herpes simpleks terdapat dua jenis, herpes simpleks 1 dan 2. Virus herpes simpleks 1 biasanya menyerang wajah, bibir, dan mata, sementara herpes simpleks 2 menyerang genital atau alat kelamin. Virus ini menular melalui hubungan seksual atau kontak fisik lainnya.

Herpes simpleks pada kehamilan

Herpes genital dapat menyebabkan penularan pada bayi yang baru dilahirkan disebabkan karena adanya kontak antara bayi dan alat kelamin ibu yang menderita herpes. Gejala yang dapat dirasakan pada herpes genital adalah rasa nyeri dan gatal pada daerah vagina ataupun anus, nyeri saat buang air kecil, dan dapat pula disertai demam dan pegal-pegal.

Bayi yang terinfeksi herpes simpleks dapat mengalami infeksi pada kulit, mata, mulut, serta dapat merusak otak dan organ lain. Jika tidak ditangani dengan baik penyakit akan semakin memburuk dan dapat menimbulkan kematian. Meskipun demikian, angka kejadiannya sangat jarang dan banyak penderita herpes genital yang melahirkan bayi yang sehat.

Diagnosis

Diagnosis herpes genital dilakukan melalui pemeriksaan Anti HSV II IgG dan IgM. Pemeriksaan perlu dilakukan pada wanita hamil dan pasangannya. Jika pasangan IgG positif, perlu diberikan penyuluhan bagaimana untuk menghindari penularan seperti memakai kondom setiap kali berhubungan seksual.

Apakah harus Sectio Caesar?

Tidak semua penderita herpes genital harus melahirkan melalui operasi. Jika infeksi dialami pada usia kehamilan dibawah 6 bulan, pasien dapat melahirkan dengan normal. Namun jika infeksi didapat pada enam minggu terakhir kehamilan, atau infeksi terjadi sesaat sebelum melahirkan, sebaiknya dilakukan operasi.

Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
31 Responses
  1. novita says:

    Hiks..saya gak pernah tes Torch..jadi was was :(

  2. xntie says:

    kalo sdh tau hasil kita positif gimana dong ?? trus berapa titer yg di kategorikan bahaya ?? Apa benar kalo hasil CMV Ig G yg positif itu tdk terlalu berbahaya , apalagi kalo hasil sudah menunjukkan infeksi terjadi di atas 3 bulan ?? Tolong bagi yg mengerti segera menjawab pertanyaan saya ini . :cry: saya bner 2 takut sesuatu terjadi pada anak saya. Terima kasih ya… :(

    • bote says:

      Dear Xntie, jangan panik gitu dong :smile:
      Ig G positif menyatakan bahwa kita sudah pernah terinfeksi entah baru 6 bulan lalu, setahun lalu, atau bahkan 5 tahun lalu. Yang dikhawatirkan kalau infeksi terjadi di trimester 1, pada saat organogenesis. Kalau IgM sudah negatif, menyatakan infeksinya udah lewat dari 6 bulan, namun Jika xntie khawatir, bayi bisa dideteksi adakah kelainan, dengan discreening USG, atau detail scan. Sudah pernah saya jawab, beberapa dokter senior yang ahli USG, tapi yang lainnya juga banyak kok, ada dr. Judi ENdjun di RS Hermina Jatinegara, ada dr. Noroyono Wibowo di RS Bunda Menteng, selain yang sudah pernah saya rekomendasikan. Semua SpOG bisa USG, tapi untuk mendalami fetomaternal, ada konsultannya. salam.

  3. Surya says:

    Mba,

    saya pernah tes HSV bulan Januari lalu. hasilnya semua normal kecuali IgG Hsv2 : 0.6
    Apakah ini berbahaya untuk istri saya?

    Thanks

  4. Helen says:

    Kalau hasil Toxo IGG 0/IGM 0.09, Rubella IGG 56.3/IGM 0.15, CMV IGG 174/IGM 0.16 dan sekarang minum obat Hervlov & Isprinol 500mg apakah bisa terjadi kehamilan ? atau lebih baik tunda kehamilan dulu ? Mohon penjelasannya terima kasih

    • bote says:

      dear Helen,
      Hasilnya Helen bisa jadi infeksi lampau. Tidak usah tunda kehamilan. Justru begitu tau hamil, langsung di periksa ulang TORSCHnya.
      Karena infeksi Toxo dan teman2nya menjadi berbahaya buat janin jika terinfeksinya di trimester pertama kehamilan.
      Pada wanita yang tidak hamil, tidak menjadi terlalu bermakna.

  5. icha says:

    kehamilan pertama aku dlu tidak selamat saat berusia 7 bulan, dokter menvonis janin aku terserang ascites, setelah di cek TORCH seluruh hasilnya menunjukkan IgG sangat tinggi namum IgM negatif. sebelum janinku meninggal aku panas dgn suhu yg semakin tinggi hingga akhirnya janinku meninggal. yg ingin aku tanyakan pertama selain takdir (secara medis) mengapa janinku bisa terinfeksi padahal hasil IgM menunjukan negatif. saat ini aku sedang hamil lagi dan telah test TORCH hasilnya mirip dengan yg lalu. dokter telah memberikan obat penguat dan vitamin, aku igin second opinion jadi pertanyaan yg kedua menurut anda bagaimana menyelamatkan kandunganku yg kedua ini. thx b4. mohon jawabannya di kirim ke email aku jg yaa, pliss..

  6. petra says:

    Dok, istri saya sewaktu melahirkan beberapa hari yang lalu air ketubannya berwarna hijau, apakah itu merupakan tanda terinfeksi TORCH? jika istri saya akan hamil lagi, persiapan apa saja yang perlu kami lakukan untuk menjaga kesehatan kandungannya? Terima kasih atas jawaban bu dokter.

  7. Rani says:

    Mbak, Saya pernah memeriksakan Torch dengan hasil IGg Menunjukan hasil Positif dibawah angka 3 dengan standar normal 1.1 sedangakan IGm Torchnya negatif yang ingin saya tanyakan apakah dengan ukuran seperti diatas masih mempengaruhi kandungan saya ? dan apakah hal tersebut bisa menyebabkan janin saya tidak berkembang ?
    mohon balasanya saya sangat membutuhkan jawaban dari mbak karena saya masih binggu nee kata dr. saya, dengan ukuran tersebut tidak ada pengaruhnya terhadap kandungan saya apa iya ne.

  8. maya says:

    Mbak, ank sya terdeteksi Cerebral Palsy type spastik… perkembangan motorik nya bner2 terlambat.
    Ad dokter blg itu krn terinfeksi TORCH, ad jg dokter blg itu krn trauma jalan lahir, bukan krn TORCH.
    Mbak, skrg sya sedang hamil ank k-2..tp sya blm tes TORCH.
    Tolong, penjelasan nya Mbak.. :wink:
    Mkasiiih.

    • bote says:

      Dear Maya,
      apakah ada kesulitan waktu anak lahir ? lahir spontan lama atau dengan bantuan alat ?
      Cerebral palsy sangat banyak penyebabnya. Yang jelas ada suatu kondisi kekurangan oksigen pada otak bayi, sehingga terjadi cerebral palsy.
      Boleh saja kalau Maya ingin cek ToRSCH, sebaiknya justru di trimester pertama, sekarang berapa usia kehamilan Maya ?

      Kalau sudah ada hasilnya, kontak lagi yaa…
      salam :)

  9. maya says:

    Ass, Dok …
    Kesulitan gmn sih Dok?? Klo muless sih Iyaaa….Uughh…. :cry:
    Pada saat itu, jam 11 siang saya pembukaan 2 dan jam 11 malam baru lahiran, tanpa batuan alat dan lahir normal dgn BB bayi 3,7kg.

    Sekarang kehamilan masuk d usia 5bln, ada rasa trauma..takut anak saya CP lagi…
    Pada kehamilan pertama, dokter SpOG saya bilang ‘kepala nya kecil’ di usia kehamilan saya 9bln…dan dia tidak memberikan alasan, sebab-akibat nya…

    Saya seddiiihh….liat kondisi anak saya yg CP, terapi tidak memberikan hasil max..jadi sekarang Yara(nama anak saya) hanya di pijit 1minggu 1x, itupun atas saran dokter saraf nya.

    Dok, apa mungkin anak saya akan bisa normal untuk mengejar ketertinggalan perkembangan nya???

    Terima Kasih banyak y Dok,…
    saya tunggu jawaban nya :-P

    • bote says:

      Dear Maya,
      12 jam ya ? masih normal kok.. dan lahirnya juga normal.
      Mungkin memang kondisi lain intra uterin, atau selama kehamilan.
      Maya tinggal dimana ? Jakarta ? kalau di Jakarta, coba deh screening di klinik Fetomaternal RSCM kehamilan ini, apalagi dokternya sempet bilang kepalanya kecil yang tidak sesuai usia kehamilan. Jadi bisa sekaligus screening semua organ2nya.

      Mengenai anak pertama, menjadi normal sekali mungkin sulit ya Maya, tapi paling tidak bisa dilatih agar mampu mandiri.
      Berikan terapi yang terbaik untuknya yaaa… cari perkumpulan2 CP, dan saling sharing untuk mendapatkan info2 penting untuk perkembangannya kelak.
      U are a wonderful mom !

      Semoga terjawab ya Maya
      Salam sayang :)

  10. maya says:

    Ass, Dok..
    Terima kasih atas semua jawaban nya.

    Saya tinggal d Sukabumi, Dok.. memang dokter SpOG saya pun menyarankan saya untuk k klinik Fetomaternal RSCM, cuma saja saya blm melakukan nya. Kalau Dokter ngga keberatan, bisa “guide” saya, hrs kmn dan bgmn yg saya lakukan ketika saya k RSCM nanti. Hmm, dan biaya nya mahal ngga Dok??

    Dok, usia kandungan brp bln y, bila ada kelainan pada janin kita? Semisal Microchepal, Hidrochepalus…

    Dok, sepertinya untuk ank CP selain terapi, hanya Keajaiban ya yang bisa membuat semua lebih baik.

    Dokter, Mkasih untuk support nya.
    Saya akan selalu tunggu jawaban2 nya…
    Sukses selalu bt Dokter yaaa…. :wink: :wink:

  11. maya says:

    Ass…
    Waaah, dokter udah lama ngga on line yaa…
    sibuk y?
    Hmm, padahal saya selalu tunggu jawaban nyaa… :cry:

  12. Erwina says:

    Ass…
    aq kehilangan putra ketigaku pada usia kehamilan 8bulan laporan hasil 4d karena +ascites dan perricardial effusion, padahl 12 jam sebelum di usg janinku bergerak. yang aq heran diusia 6,5 bulan aq usg kelamin janin dokter blg janinku sehat dan tidak ada kelainan apapun.

    kalau boleh tahu dok kok baru ketahuan ascites setelah 8bulan? dan apa penyebabnya? aq merasa kami sekeluarga hidup sehat dan normal. sampai sekarang aqq belm tes TORCH masih trauma.

    tks a lot

  13. yanti says:

    dok,waktu saya hamil 12 minggu saya test toxo igM dengan hasil 0,74 positif (>/=65 positif)
    dokter saya menyarankan untuk test ulang igM,igG, dan aviditas dengan hasil igM o,68 reactive (>/=65 reactive), igG 32,1 reactive (>3,0 reactive ) dan aviditas 85,2 high avidity (>/=60 high avidity) apa maksud dari hasil ini ya dok,dan apakah harus dilakukan pengobatan ? sekarang kehamilan saya sudah 17 minggu.
    mohon penjelasannya.terima kasih

  14. MamaKarin says:

    Dok,

    kehamilan pertama saya waktu saya berumur 35, sekarang anak saya 2 tahun 6 bulan.
    saya berencana untuk hamil lagi, usia saya sekarang 38 tahun, sedangkan suami saya 49 tahun. Dok, saya sedikit khawatir, karena saya pernah baca kehamilan di usia yang tidak muda lagi memili resiko untuk melahirkan anak dengan kelaianan bawaan seperti Down Syndrome. Dikehamilan saya terdahulu, saya terinfeksi Varisella, hasil TORCH saya ( 2 kali test) saya juga terinfeksi Herpes, tokso negatif. Saya juga terkena DM (DM gestational, something) walaupun dengan diet 1800 kal, gula saya normal. Anak saya lahir dengan bobot 4000 gr, dia sehat. Dulu saya konsultasi dengan dokter superspecialis-fetomaternal, o hya saya melahirkan dengan sesar. Gimana dok, untuk kehamilan kedua ini, apakah saya saya tetap extra hati2 seperti yang pertama, terutama hamil pada usia yang tidak muda lagi.

    Thanks a lot

    • bote says:

      dear Mama Karin…
      Tentu saja setiap kehamilan harus ekstra hati2, apalagi usia kita yang tidak lagi muda.
      Saya menyarankan untuk pemeriksaan NT untuk screening Sindroma Down * bisa baca di postingan tentang Sindroma Down ya..*
      Dan beberapa pmeriksaan penunjang untuk detail scan janin.
      Betul sekali, dgn usia yg tidak lagi muda, saya setuju untuk konsultasi dgn dr SpOG konsultan Fetomaternal…
      Sukses terus yaa…. dan segera dapat momongan lagi..
      Yang terpenting adalah ikhlas dan ikhtiar, berdoa semoga mendapat anak shaleh/shaleha yang bermanfaat untuk agama dan dunia.

      Salam :)

  15. Amy says:

    dear dok,

    dok saya 6bulan lalu pernah test torch, hasilnya saya pd masa lalu pernah terkena rubella dan cmv, utk herpes dan toxo negatif
    sekarang saya sedang hamil 14minggu
    tp bbrp minggu yang lalu di miss V saya kembali muncul jerawat kecil2 ( dulu sering terserang ini )
    dokter memberikan obat acyclovir 500mg
    apakah obat ini aman di konsumsi ibu hamil setiap hari 3x, karena saya takut virus akan menyerang janin saya nanti…
    tolong in saya dong dok, apa yang harus sy lakukan…

  16. Leni says:

    Hi Dok,

    Usia kehamilan saya 31 minggu. Sebelum hamil saya pernah melakukan pemeriksaan darah pada IGG dan IGM. Hasilnya IGG Rubella = Positif, IGM = Negatif, IGG HSVII = Positif, IGM HSVII = Negatif, sedangkan IGG & IGM pada Toxo & CMV = negatif.
    Dengan hasil demikian apakah saya perlu melakukan pemeriksaan ulang sebelum melahirkan?
    Apakah tindakan Section Caesar perlu dilakukan (terutama mengenai HSVII)?

    Terima kasih & Salam

  17. tika says:

    ass…..

    dok 1 bulan lalu saya baru melahirkan tetapi meninggal dalam kandungan 7 bln. kt dr. bayinya meninggal akibat jely yang ada di ari-ari kurang tebal sehingga asupan makanan berkurang dan tersumbat. dalam masa kehamilan pun tdk ada gejala apa-apa, ketawan meninggal krn bayi tdk bergerak. apakah itu salah satu adanya terkena torch dok? kl untuk test torch bagusnya sebelum hamil apa selagi hamil ya dok? mohon bantuannya ya.

    terima kasih

  18. nian says:

    dok mau tanya…
    saat ini saya hamil kira2 1bulan, trs tadi saya n suami cek toxo di lab dan hasilnya toxo-g reaxtive :60.2 dan toxo-m reactive : 741. dengan hasil lab tersebut apa kandungan saya aman dok? saya sangat kawatir dengan janin yg ada d kandungan saya..
    makasih sebelumya dok

  19. nian says:

    hasilnya toxo-g reaxtive :60.2 dan toxo-m reactive : 0.741

  20. konsultasi kesehata, tanya dokter,headache…

    [...]TORCH « Bote’s Notes[...]…

  21. yulia says:

    selamat sore dok,

    saya lg hamil usia 5 minggu, dan pada saat ini sy lagi kena herpes genital ( sekitar 3 gelembung ), dari beberapa sumber yg saya baca terus terang saya jadi takut jika anak sy nanti cacat. menurut pak dokter sy harus gimana …. mohon penjelasannya. tks

  22. Lia says:

    selamat siang Dok,

    saya sedang hamil 7 minggu..pas minggu ke 6 saya diminta dokter untuk test TORCH. hasilnya toxo saya IGG dan IGM nya negatif, namun rubella IGG nya positif tinggi 335.5 sedangkan IGM nya negatif. apakah itu berbahaya dok? dan apakah bisa berpengaruh pada janin saya? karena ini kehamilan saya yang pertama..sekarang dokter saya memberikan obat Vireth 400mg.
    Mohon balasannya don..Thanks

  23. eka says:

    apakah tes torch harus dilakukan pada semua ibu hamil trimester 1? kalau ternyata sudah terinfeksi, apakah masih bermanfaat? karena janin kan sudah mulai tumbuh dan berkembang? jadi sebenarnya yang bagus untuk tes torch saat hamil trimester 1 atau sebelum hamil?

  24. dewi says:

    dok, saya pernah tes TORCH tapi sudah 4 tahun yang lalu hasilnya cmv lg g positif 17,9 , cmv lgm positif 2,380 HSV2 lg g 9,55 dan HSV2 lgm 13,73. Dulu pernah diobati. Sekarang setelah 4 tahun saya baru hamil, usia kandungan saya 12 minggu. Apakah saya perlu tes ulang TORCH dok, karena ibu saya menganjurkan saya untuk tes TORCH lagi

  25. ci-em says:

    dear dok.
    dok saya pernah tes toxo hasilnya IgG 513 dan IgM 65, mohon penjelasannya dok
    dan apakah saya aman untuk hamil saat ini?

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:wink: :twisted: :roll: :oops: :mrgreen: :lol: :idea: :evil: :cry: :arrow: :D :?: :-| :-x :-o :-P :-? :) :( :!: 8-O 8)