dr. Botefilia Arjunadi SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Dokter Kandungan Perempuan, RSP - Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, RSIA Tambak, Rumah Sakit Tria Dipa. Senam Kehamilan dan Sex. Melahirkan secara normal. Prematur. Partus (Melahirkan) Persalinan normal Partus Normal
07 Jan 2009 Perempuan yang dicintai suamiku
 |  Category: Cerpen2 Bote  | Tags:

Perempuan yang dicintai suamiku

depresiKehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya.  Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?”

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima”

Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……”

Disurat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..”

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”  Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil  mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009


Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
500 Responses
  1. bismillah,
    assalamualaikum… cerpennya bagus, tapi ini kisah nayta bukan yah? hampir sama dengan persoalan yang ketika saya nonton tv dia cara “masihkah kau mencintaiku” di rcti, tapi si istri tidak meninggal, meliankan si suami tetap mencintai gadis tersebut hingga pada akhirnay gadis itu pergi karena akan emnikah dgn pria lain, dan istri kecewa, lalu si suami berjajnji akan belajar untuk mencintainya, hampir sama…, :wink: , tapi memnag menicntai seseorang itu diperlukan hati dan jiwa yang mengerti, sakit hati yang diperoleh dari seseorang yg kita sayang , itu tak merobohkan sedikitpun rasa cinta kita, karena ketulusan itu terletak dalam perjuangan dan rela berbahagia untuk orang yang kita sayang…, air mata bukanlah segalanya, demi kebahagiaan seseorang yang kita kasihi, dan menjadi wanita yang bnr bnr ikhlas, bukankah membahagiakan oarng lain dan itu diutamaklan olehnya itulah perbuatan yang mulia? dan sungguh ALlah menyukai itu, dan janji Allah adalah BENAR.Sampai pada akhirnya itu baru akan terasa pada orang yang kita cinta….

    • bote says:

      Waalaikum salam wr wb, Ratih
      Cerita ini bukan kisah nyata, tapi memang banyak kok yang merasa ada kemiripan dengan kisah hidup sebagian pembaca, atau paling tidak ada satu bagian dari cerita yang mirip. Intinya adalah : cerita ini bisa terjadi pada siapa saja, sehingga saya hanya bertujuan mengingatkan tanpa bermaksud menggurui, bahwa jangan sampai kita terlambat dan menyesali…… mudah2an bisa menjadi inspirasi untuk memperkokoh kehidupan rumah tangga para pembaca atau buat yang belum menikah bisa buat persiapan jika kelak memasuki suatu fase untuk hidup berbagi.
      Semoga Allah selalu menyertai dan menjaga kita semua. Amin.
      Salam.

  2. Vina says:

    assalamu ‘alaikum mba bote…salam kenal yah…aku udah lama dapat forward-an email kisah ttg “Perempuan yang dicintai suamiku” dari temenku, eh baru sekarang aku ketemu blog dan tau penulis aslinya, senangnya… :D
    tulisan-tulisan mba bote keren dan menyentuh bgt, apalagi cerpen yang ini…udah beberapa kali dibaca tetep aja mata berasa panas karna nahan air mata… :-P
    sukses selalu ya mba bote dan ditunggu cerpen2 menyentuh berikutnya… :-)

    • bote says:

      Waalaikum salam wr.wb Vina,
      makasih ya…setelah 7 bulan baru ketemu ya ?
      semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi yaa…

  3. novi says:

    Assalammualikum,
    Menurutku cerpen ini benar-benar bagus. aku sampai dua kali membacanya dan tiap kali membacanya aku meneteskan air mata. Rima begitu tgar dan tabah menghadapi masalah rumah tangganya. dia lebih memilih untuk mempertahankan pernikahannya dengan membuat suaminya benar2 jatuh cinta kepadanya bukan dengan cara meninggalkan suaminya atau bercerai. langkah rima patut dicontoh oleh para istri yang menghadapi masalah yang sama.
    Semangat buat penulis…..

  4. Riana says:

    Assalamualaikum..

    Waduh. Mbak! Bagus banget deh ceritanya.. Menyentuh sekali sampai saya tidak dapat menahan air mata. Ternyata, yang memiliki hati bidadari adalah Rima ya.. Entah, apakah saya bisa menjadi seorang Rima apabila berada dalam kondisi seperti itu..

    Kalau dibolehkan, saya minta ijin untuk berbagi cerita ini dengan teman-teman saya..

    Sukses selalu, mbak!

  5. nelan says:

    :roll: :-o :wink:
    ceritanya bagus,,,,,hampir sama dengan kisahku,,,,,.sampai sekarang aku tak tahu kalau suamiqu mencintaiku atau tidak,karena dari pertemuan pertama sampai saat ini suamiqu tidak pernah mengatakan cinta padaku????????????????????

    • bote says:

      Dear Nelan,
      Cinta kan tidak harus lewat kata2, lewat sikap dan perlakuan juga bisa terlihat kok.
      Dan saya percaya deh, Suami Nelan pasti mencintai Nelan, meskipun tidak pernah diungkapkan.
      Ayo dong, percaya diri :)
      salam

  6. Minarliati says:

    Subhanolloh…..tulisannya menyentuh banget bu……suamiku jg sm pendiam trus cinta banget sm komputernya…….tapi mudah2′an g sm ya sm yg di cerpen…..

  7. aira says:

    ……dah banjir air mata mbak….scr saya bgt ceritanya

  8. batosay_ryan says:

    Wah… aku mirip seperti ini… tp istri ku adalah segalanya.. sementar tokoh meisha hanya sekedar penghibur ku di saat aku ingin mencari kehangatan dari “meisha” lain….
    Moga moga gk sampai dgn akhir cerita yg begitu menyedihkan…

  9. Jane says:

    Persis seperti kehidupan pernikahanku… Aku memang tak tahu apakah ada perempuan yg sedang dicintai suamiku. Tapi yg sudah jelas, aku memang tidak pernah dicintainya. Hanya sekedar memenuhi tanggung jawabnya saja ia menikahiku. Sehingga, apapun masalah yg di hadapinya tak pernah dibagi dngnku. Malah dia lebih sering dan banyak bercerita dngan teman2nya. Meskipun demikian, aku tidak marah. hanya bisa pasrah, kecewa dan membiarkan saja. Anak anakku memerlukan kasih sayangnya. Walaupu tak mendapatkan cinta ataupun kasih sayangnya, aku tetap bertahan- entah sampai kapan. Mungkin sampai dia bosan melihatku dan akhirnya benar2 menceraikan aku. Tp mudah2an aku tidak mati seperti cerita ini. Aku harus tetap hidup untuk anak2, meski hampa..

  10. rury says:

    bagus banget mba tulisannya…. pas mbacanya bikin mata memerah… dada sesak ….
    smoga kisah di atas bs jd bahan introspeksi utk kita para istri utk lebih baik……….

  11. nadia says:

    menyentuh banget ceritanya, minta ijin copy mba ya buat milis ke teman2ku

  12. adi says:

    mbak bote, ceritanya bagus… two thumbs up buat mbak bote, minta ijin untuk masukin di yahoo group saya ya… makasih sebelumnya :D

  13. dis says:

    Mbak,, salam kenal…

    ni cerpen bagus banget…! bener2 mengharukan….
    sbenernya saya blom nikah..tapi pernah ngalamin kira2 yang seperti ini… baca cerpennya mbak, sy jadi lebih tabah ngehadapinnya….
    ngijin ya dipublish di FB,,inspiring sekali soalnya :)

    ditunggu cerpen-cerpen lain nya~

  14. meta says:

    subhanallah, bagus banget cerpennya. duh ga sanggup nahan air mata neh..
    sesudah baca cerpen ini betapa aku sangat bersyukur memiliki pendamping hidup yang mencintaiku, walaupun jarang diungkapkan lewat kata2, tapi perlakuannya membuktikan bahwa dia menyayangiku…terimakasih suamiku…

  15. aku membaca cerpen ini dari blog lain, tapi memang blog tersebut dengan jujur mengatakan sumbernya dari blog ini. after reading this short story, I cried suddenly. I concern anything about women problems. thank u. cuz I have a blog, I’m really interested in this story in order to post on my blog. I hope you will be happy if I take in my blog. thank u before

  16. dhorotea astrid duhita says:

    i just love this cerpen so much mba…
    nice…
    ^___^

  17. Mbak Bote yang terhormat

    Dengan pesan ini saya memberitahukan bahwa cerpen mbak Bote yang berjudul “Perempuan yang Dicintai Suamiku” akan dibacakan dalam acara pembacaan cerpen sekaligus talkshow yang saya selenggarakan.

    Mohon maaf karena saya tidak menghubungi mbak Bote secara pribadi, karena saya tidak memiliki kontak yang memungkinkan saya untuk menyampaikan soal ini secara personal dengan mbak Bote.

    Demikian pemberitahuan saya, terima kasih.

  18. dwie says:

    salam kenal mba…ceritanya bagus banget…jadi pingin deh bisa nulis cerpen yang bagus…boleh ngga tulisan ini aku abadikan di catatan ku dengan menuliskan sumbernya tentu…mkasih ya mba …aku tunngu cerita bagus berikutnya.. :oops:

  19. RQ says:

    Cerita yang sangat bagus…!!,, mengingatkn kita….begitu byk hal2 kecil yg sering kita abaikn….begitu terasa maknax stelah kita kehilanganx….,, wlu trkadang sudah terlambat.

  20. maya says:

    KEREEEEEEEEEENNN………………..I ADORE U.

  21. pm says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam sejahtera dan salam kenal bu dokter bote..yg selain menyembuhkan juga pandai menulis (four thumbs up), kenapa tidak mencoba buat novel aja sekalian kan nanti klo ada produser yg tertarik bisa dibikin film terlaris abad ini..(halah.. :) )

    Ini cerita ke2 yg membuat saya tdk bs berkata-kata lg, setelah aac (sungguh deh.. gubrak.. timpuk pake sandal..) :D

    Ditunggu cerita2 mengharukan yg lainnya.
    Wabillahi taufik wal hidayah.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • bote says:

      Waalaikum salam wr. wb….pm …

      Saya juga gubrak baca pujiannya ! :)
      Terima kasih mau mampir dan baca2…
      salam kenal, pm

      wass wr wb

  22. patihmomo says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam sejahtera dan salam kenal bu dokter bote..yg selain menyembuhkan juga pandai menulis (four thumbs up), kenapa tidak mencoba buat novel aja sekalian kan nanti klo ada produser yg tertarik bisa dibikin film terlaris abad ini..(halah.. :) )

    Ini cerita ke2 yg membuat saya tdk bs berkata-kata lg, setelah aac (sungguh deh.. gubrak.. timpuk pake sandal..) :D

    Ditunggu cerita2 mengharukan yg lainnya.
    Wabillahi taufik wal hidayah.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  23. ratih septiana says:

    assalamualaikum….,

    wah lama bgt ga liat ini, browsing nm sendiri, coba telisik, ketemu algi dgn kisah ini, walhamdulillah, masya Allah, iyah, kisah ini benar bnar mengharukan. Semoga tiada kata terlambat untuk menyadari bahwa ada cinta ayng begitu lekat dan dekat kepada kita, amin, smeoga Allah sellu memberikan cinta kasihNYA yang Sempurna bagi kita hambaNYA, dan saling mncintailah kita karenaNYA, insya Allah,

    mbak kl mau mampir silahkan k blog saya, arrahmanarrahim.blogspot.com, trimakasih…, dtggu kedatangannya,

    wassalamualaikum warrah matullah..

    • bote says:

      Waalaikum salam wr.wb, Ratih
      Makasih ya udah mampir
      Amin, semoga kita bisa saling mencintai karena NYA
      Insya Allah, nanti saya mampir…

      Wass wr wb

  24. esty says:

    bagus bgt ceritanya..subhanallah…
    aku ijin share ke temen2 ya..
    makasih..

  25. bk says:

    Mbak, izin.. untuk publish di web saya ya…

    Maaf kemarin gak tahu dari mana comot nya
    hehehe

    sekarang aku dah pasang link nya..

    salam

    http://www.Thelifemotivation.com

1 ... 3 4 5 6 7 ... 15
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:wink: :twisted: :roll: :oops: :mrgreen: :lol: :idea: :evil: :cry: :arrow: :D :?: :-| :-x :-o :-P :-? :) :( :!: 8-O 8)