Wow…wow….hari ini sungguh2 suatu kejutan untukku. Pagi2 seorang teman memberitahu cerpenku Perempuan yang dicintai suamiku banyak beredar di blog blog lain, bahkan di beberapa milis, dan sama sekali tidak disebutkan sumbernya dari mana.
Apakah aku marah ? kecewa ? atau sedih ? wah…sayangnya sama sekali nggak tuh. Waktu baca sms temanku itu, aku malah nyengir, and said, “Alhamdulillah, berarti banyak yang suka dong….”
Lalu kenapa jadi surprise ? karena aku sama sekali bukan blogger, jadi aku cuma nulis, nulis dan nulis aja, semua urusan teknis tinggal telepon kalo nggak ngerti. Aku nggak pernah keliaran di blog orang lain, blog walking. Tapi aku sadar, begitu suatu naskah original aku posting, siap siap aja beredar didunia maya, kalau memang bisa menginspirasi orang lain.
Iya, tapi kenapa surprise ? Karena aku udah lama nggak pernah nulis cerita fiksi, hampir 20 tahun !! Dan sekalinya bisa nulis, yang alhamdulillah, selesai kurang dari 24 jam, dengan agak2 autis sedikit, karena sambil jagain malaikat2 kecilku, sambil ngetik di netbook, ternyata banyak yang suka. Sampai aku bilang sama my hubby, kayaknya ada kekuatan lain yang mendorongku, mungkin ada suatu pesan yang harus aku sampaikan, entah buat diriku sendiri, atau buat teman2ku, yang mungkin sedikit mengalami somepart of the story. The messenger ? oo…oo…nggak seperti itu deh…
Dulu….banget, sejak aku bisa mengenal baca dan tulis, aku selalu bikin cerita, imajinasi seorang gadis cilik. Aku tulis dibuku tulis, kemudian aku sewakan buat teman2 SD hehe…tapi kok ada aja yang mau nyewa untuk baca cerita buatanku. Hasilnya lumayan buat jajan. Cerita2 itu tidak pernah dipublikasikan, dan karena sejak kecil sampai SMP pindah2 rumah terus, nggak tau ada dimana kumpulan cerpenku itu. sayang juga rasanya.
Waktu SMA, ada satu cerpen yang aku kirimkan ke majalah Anita Cemerlang, eh…lumayan, dimuat jadi cerita utama, judulnya Setelah enam tahun, bercerita tentang Bibib, seorang gadis kecil SMP yang bersahabat dengan Dion, kakak kelasnya yang sangat nakal di sekolah. Bibib gadis yang tomboy, suka berkelahi, jadi dia selalu ikut kalau Dion sedang berkelahi dengan teman2nya. Karena nakal, Dion dikirim ayahnya untuk belajar di Jepang, berpisahlah mereka. Mereka masih sering berkirim surat, sampai tiba saat reuni SMP mereka, setelah 6 tahun berpisah. Dion menunggu Bibib yang tidak pernah datang. Apakah Bibib datang ?? hehe…ayo endingnya gimana ? Bibib sudah nggak ada, meninggal dalam kecelakaan kereta api, beberapa hari menjelang reuni. Dan Dion tidak pernah bisa menerima kenyataan itu, dia terus menanti Bibib….
Aduh, kok ceritanya sedih terus sih ? yaah…aku cuma mau mengingatkan, kematian itu sudah pasti. Tinggal tunggu waktu aja. Jadi selama masih hidup, jangan sia siakan kesempatan yang ingin kamu miliki, karena kesempatan tidak pernah datang dua kali. Dan Selama masih hidup, teruslah mencintai, karena kita tidak tau kapan kita akan dipisahkan dengan orang2 terdekat kita, orang2 disekeliling kita, orang2 disekitar kita. Kalau hari ini kita marah dengan seseorang, atau membuatnya marah, kemudian kita menyesal, apakah kita tahu dalam hitungan menit, kita masih bisa bertemu dengannya ? dan meminta maaf ? penyesalan selalu datang terlambat kan ?
Maksud aku, kalau kamu mencintai seseorang, katakan kamu mencintainya hari ini, jangan tunggu besok. Kalau kamu marah dengan seseorang, tahan amarahmu, jangan sampai kamu menyesali setelah melampiaskan amarahmu. Beberapa teman mengatakan,seandainya waktu bisa diputar kembali, betapa banyak kesempatan yang terlewatkan. Kadang2 aku juga berfikir begitu, seandainya waktu bisa diputar….aku ingin menghapus kesalahan2 yang pernah aku perbuat, menjadi seorang Bote yang lebih baik, yang diridhoi-Nya. Tapi itulah manusia, tidak luput dari kesalahan.
Oh…ya…aku mau ngingetin lagi, mengenai cerpen “Perempuan yang dicintai suamiku” bukan suatu true story, seperti rumour yang beredar di milis lain atau di blog2 lain. Tidak ada Mario, Rima, ataupun Meisha. Semua cuma fiksi, imajinasiku.
Wah, akhirnya setelah 20 tahun berkecimpung didunia kedokteran yang melelahkan sekaligus menyenangkan, yang membuat imajinasiku terpenjara, karena terlalu disibukkan dengan buku2 dan pasien2, akhirnya aku bisa keluar sejenak, dan menghirup udara segar…. hmmm…suatu rasa yang tidak bisa terbayarkan dengan apapun. Thanks buat teman2 di milis boedoet 88, yang memberikan support, tanpa mereka sadari, mereka selalu mengatakan postinganku di milis selalu mereka tunggu2. Yang membuatku semangat untuk mencoba menulis, dan mengasah kemampuan menulisku lagi, setelah 20 tahun….
Artikel terkait: Perempuan yang dicintai suamiku



kayaknya pernah baca deh mba, boleh dong kirim . tks
Apa nih yang udah pernah baca, fi ? setelah 6 tahun ? udah lama banget, 22 tahun yang lalu, ihh..tua banget ya gue ?
Aku aja nggak punya dokumentasinya, Fi, nyesel banget
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Met pagi mbak…
Bagi saya gak terlalu penting cerita itu fiksi atau bukan, sepanjang itu bisa menginspirasi saya..saya akan menerimanya.
Sebelumnya saya mohon maaf tidak mencantumkan link Mbak, karena saya mendapatkan cerita tersebut dari email seorang sahabat. Saya hanya berniat berbagi cerita yg begitu bagus dan inspirasional tersebut ke khalayak umum.
Alhamdulillah sekarang saya sudah cantumkan link-nya Mbak
Sekali lagi terima kasih telah membuatkan cerita yang demikian bagus.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Duddy Heryudi
Waalaikum salam wr.wb
Met siang Duddy,
terima kasih ya telah menyisipkan cerita saya di blog Duddy dan berbagi cerita dengan yang lain. Buat saya nggak masalah kok, saya senang aja kalau dibilang cerita saya inspirasional. Dan terima kasih juga telah mencantumkan link saya.
Wass. wr. wb,
Bote
assalamualaikum Mbak Bote,
hari ini ada 2 milis yang saya ikuti yang mengriimkan cerpen “perempuan yang dicintai suamiku” dan sampai siang ini saya sudah 3 kali membaca cerpen mbak dan 3 kali pula saya berlinangan air mata. hick..hick.
Bagus banget cerita nya terutama pelajaran yang bisa diambil dari sini, bagaimana para tokoh menyelesaikan masalah tanpa konflik tapi dengan cara yang baik. Sedih banget karena diakhir cerita tolohnya dikisahkan meninggal walaupun dia sudah mendapatkan apa yang diharapkan.
salut mbak Bote, saya jadi penasaran dan terus nyari sampai ke blog nya nih.
wass,
mamaobi
Salam kenal juga ya mama Obi,
Makasih ya atas pencariannya sampai nemu saya.
Alhamdulillah, jika cerita ini bisa menggugah dan membuat kita lebih baik
assalamu’alaikum..
mba bote, saya sangat terharu membaca artikel “perempuan yang dicintai suamiku”,
jujur saja jarang2 saya nangis baca tulisan (terang aja wong yg dibaca tiap hari bahan kuliah, hhee…)
Alhamdulillah, saya juga mhn ijin mem-posting tulisan mba bote di blog saya, sekadar berbagi buat mhs saya di kalimantan, tentu dgn tetap mencantumkan sumbernya, trims.
wasalam
Waalaikum salam wr.wb
Terima kasih ya atas apresiasinya. Silahkan di posting, mas Irfan.
Semoga bisa menjadi pencerahan
salam kenal ya…
wassalam,
Bote
hallo mbak bote…salam kenal…hari ini aku baruuu aja posting cerita perempuan yg dicintai suamiku…aku dapet imel ampe dari 2 orang…dan ternyata banguuus banget…makanya aku posting di blog…
bikin aku ngeluarin air mata pagi-pagi…he..he..oyah…karna tadi waktu posting aku blom tau siapa penulis aslinya, jadi aku ga cantumin…InsyaAllah abis ini aku update…setelah ahirnya td ada yg masuk ke blog aku dan kasih komen bahwa ternyata ada loh penulis aslinyaa….dan sampe lah aku ke sini…
Hai, Silvi, salam kenal juga ya….
Silahkan posting di blog, makasih ya udah mampir disini
Baru nemu site ini…seneng bacanya mba..
Sering2 nulis ya mba
___salam kenal mba bote…..hehehehe kirain true story,,,btw udah bikin aku nangis setiap membacanya (apa mirip pengalaman pribadi yah hahahaha…tapi saya msh hidup loh)
thx 4 d story^_^
Salam kenal juga Vivy & Asrita
iya tuh, banyak yang nyangka true story, abis di akhir postinganku kok bisa muncul kata2 itu lho, dak tau siapa yang nambahin, may rest in peace, hehe…
assalamu’alaikum wr. wb.
dear mba bote,
salam kenal…..aku br dpt email dr tmn cerpen “perempuan yang dicintai suamiku” (wah bagus bgt mba) sampe ngerasa klo rima itu adalah aku.
buru2 deh aku forward ke teman aku, ternyata dia udh baca (jadi malu) dan aku dikasih blog-nya mba bote (yg akhirnya aku smp disini).
Mba makasih ya udh bikin tulisan yg bagus ini.aku tunggu tulisan selanjutnya
Dear Wenny, thx udah mampir kesini, dan udah baca cerita saya. salam kenal ya…
halo dok, berhub tulisan2nya byk mgd nilai ‘psikologi’ tinggi , kayaknya dokter lbh tepat sbg ahli obstetri dan psikologi.
hebat euy..gak nyangka mbak bote bisa bikin cerpen..hehe ;p
Halo, Fan, apa kabar ? makasih ya..
Hehe…iseng2 nulis, Fan
Gue mampir neh, ada pisgor ama kupi gak..? he..he..he..
tau gak sih mbaaaak,.. itu cerpen bikin aku mewek (nangis) sejadi-jadinya, udh mikir yg macem-macem aja bawaannya. kukira menyindir apaaaa gt, abisnya yg ngirim pacarku
Hehehe….. tapi sekarang jadi tambah mesra kan ?
baru baca di blog temen… nyari2.. eh penulisnya di sini..
kirain bukan fiksi..
tapi saya yakin ada yg ngalamin hal kek di cerita itu..
dan ga bisa ngebayangin gimana perasaan si istri..
cinta yg bener2 … cinta
Hai, Bagja
Saya juga yakin, cerita ini banyak disekitar kita….
Nah, semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi kita semua, agar dapat terhindar dari kondisi pernikahan atau rumah tangga seperti ini.
Saling introspeksi dan komunikasi lah kuncinya.
Ok
Salam
Asw. Mbak Bote, salam kenal. Saya suka dengan cerita2nya, membuat saya tertarik berkunjung ke blog Mbak Bote dan baca2. Ketika membaca “Setelah 20 tahun…” Ada kata ‘autis’ yg bukan dalam arti sesungguhnya, saya kok merasa tidak nyaman membacanya. Saya harap dalam tulisan2 Mbak Bote hal itu bisa dihindari. Terimakasih
Yani
Ibu dari seorang anak autis.