dr. Botefilia Arjunadi SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Dokter Kandungan Perempuan, RSP - Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, RSIA Tambak, Rumah Sakit Tria Dipa. Senam Kehamilan dan Sex. Melahirkan secara normal. Prematur. Partus (Melahirkan) Persalinan normal Partus Normal
23 Feb 2009 Kenalkah saya dengan wakil saya kelak?
 |  Category: Gado-gado

Sepanjang perjalanan akhir2 ini, saya suka sedih melihat begitu banyaknya gambar2 yang tidak saya kenal terpampang dimana2. Saya mulai berhitung, berapa ya dana yang mereka keluarkan untuk memperkenalkan diri mereka pada saya ? atau pada calon pemilih lain ? dan yang paling penting, perlukah mereka melakukan itu semua untuk menjadi wakil saya kelak ? Apakah mereka bisa menyalurkan aspirasi saya dan saudara2 saya setanah air ?

Saya jadi teringat seorang suami dari pasien saya, yang merupakan caleg dari salah satu partai yang pernah berkuasa di Indonesia. Saya pernah datang terlambat praktek, bukan karena saya sengaja, tapi memang kesibukan yang tidak bisa ditunda sebagai seorang ibu yang juga seorang dokter. Kalimatnya sungguh menyakitkan hati, “Dokter kemana aja sih? kita sampai lumutan nungguinnya ”

tidak sadarkah dia, bahwa seorang manusia tercermin dari ucapannya ? dan bagaimana mungkin dia bisa menjadi wakil saudara2nya setanah air, jika kalimatnya tidak menunjukkan kebijaksanaan yang seharusnya dia miliki, dia bisa tanya saya kenapa saya terlambat, dan saya sudah minta maaf bahwa saya terlambat.

Salah satu contoh lain, seorang teman yang merupakan kader atau simpatisan  salah satu partai yang mengaku “bersih”, mengomentari film  “perempuan berkalung sorban” dan menceritakan bahwa betapa buruknya film itu menjelaskan tentang islam, dan pemahaman itu solid pada partainya. Saya bertanya padanya,” sudahkan dia nonton film itu ? ” dia menjawab belum. Saya bukan penggemar Hanung, atau siapapun yang terlibat dalam film itu, tapi sorenya saya langsung nonton karena penasaran seberapa buruknya film itu bercerita tentang islam ?

Dan, maaf saja, saya tidak menemukan hal itu. Yang saya temukan, adalah kegelisahan mungkin si penulis novel atau bung Hanung atau siapapun, tentang pesantren yang mungkin saja memang ada yang seperti itu, mengingat si penulis dan sutradara juga pernah nyantri. Tidak ada manusia yang sempurna, sebaliknya kearifan kita untuk menilai sesuai proporsinya, tidak subyektif, tapi melihat dari berbagai sisi, sehingga tidak dalam kapasitas 2 dimensi saja, itu yang paling penting.

Saya lalu berfikir tentang pengkultusan, artinya jika si pemimpin partai nonton, maka orang2 akan melihat, dia aja nonton kok ! kemudian si pemimpin harus menghadapi pertanyaan dari pada kadernya. Memang kenapa kalau ada salah seorang dari sekian juta kader yang nonton, dan mempunyai persepsi yang berbeda ?  warna rambut boleh sama, tapi isi kepala kan bisa berbeda ? dan kenapa harus takut kalau kita berbeda ?

Justru itulah suatu sarana belajar untuk menjadi wakil dari saudara2nya, bersikap arif bijaksana, aspiratif, tidak emosional, melihat sesuatu dari berbagai sisi, dan pertanggung jawaban kelak kepada yang memberikan amanah untuk menjadi wakil rakyat, siapa lagi kalau bukan DIA ?

Jangan lalu terlena menganggap partainya paling bersih, paling baik, paling terkenal, paling nomor satu dulu, paling mencintai rakyat, paling mengayomi rakyat, dan kesombongan inilah yang akan menjerumuskan wakil2 saya kelak.  Kita adalah manusia yang tidak luput dari dosa. Mungkin lebih baik menganggap diri kita kotor sehingga kita akan selalu berusaha mensucikannya.

Kemudian, saya juga teringat dengan teman2 SMA saya yang punya nasib “kurang beruntung” dalam pandangan manusia, belum tentu dalam pandangan ALLAH juga dia kurang beruntung. Betapa mereka harus jungkir balik menghidupi keluarga, berkeringat darah, untuk sesuap nasi, dan uang sekolah anak2 yang tidak hanya terbatas pada SPP saja, tapi buku, transport, dan segala macam yang lain. Sehingga ketika ada satu partai yang lagi2 berkoar tentang SPP gratis sampai SMA, membuat perut saya jadi mual.

Saya lagi2 berhitung, seandainya uang yang digunakan untuk pembuatan segalam macam spanduk, baliho, dan lain2 sarana promosi, bisa buat saudara2 saya yang sekarang sedang sangat membutuhkan, alangkah indahnya hidup ini.

Sekalipun tiap lewat gambar2 para calon wakil saya,  saya selalu membaca namanya, saya tetap tidak mengenal mereka, saya tidak tahu apakah mereka layak menjadi wakil saya ? saya cuma sedih saja, tidak tahu harus cerita pada siapa. Mungkin banyak yang punya pikiran seperti saya, tapi juga tidak tahu, mau ngapain lagi ?

Indonesia, saya selalu ingin menangis untukmu.

Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:wink: :twisted: :roll: :oops: :mrgreen: :lol: :idea: :evil: :cry: :arrow: :D :?: :-| :-x :-o :-P :-? :) :( :!: 8-O 8)