dr. Botefilia Arjunadi SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Dokter Kandungan Perempuan, RSP - Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, RSIA Tambak, Rumah Sakit Tria Dipa. Senam Kehamilan dan Sex. Melahirkan secara normal. Prematur. Partus (Melahirkan) Persalinan normal Partus Normal
27 Mar 2009 Aku bukan sebutir pasir
 |  Category: Cerpen2 Bote

tb_mui_ne_sand_dunesDia seperti malaikat didepan sahabat, teman dan keluargaku. Kalimatnya menyenangkan orang 2 yang mendengarnya, tutur bahasanya sopan, dia selalu melakukan hal2 yang menyenangkan orang lain, dia memeluk dan menciumku didepan umum. Semua orang menyangka kami adalah pasangan yang berbahagia. Meskipun demikian, sahabat2 juga maklum dengan gaya flamboyannya, yang tidak pernah ketinggalan kata ‘sayang’ terutama pada perempuan2 yang diajaknya ngobrol. Mereka hanya mengatakan, “yang penting cintanya hanya untuk kamu, Ta”. Mereka juga maklum jika banyak perempuan2 yang rela, meninggalkan rasa malunya, untuk tetap mengajaknya kencan, meskipun dia sudah bukan pria single lagi. Seharusnya aku berbahagia, karena aku lah pilihannya.

Tapi tidak demikian, jika kami hanya berdua. Kata2nya sangat sering menusuk hatiku. Dia bisa seenaknya melempar mangkuk sayur  yang kubuat, karena kurang garam. Atau melempar kemejanya ke-wajahku jika kemejanya masih ada beberapa bagian yang kusut. Atau mengatakan, “bodoh banget sih kamu !” , yang paling menyakitkan, “badan kamu kurus banget, kayak papan penggilasan, bikin aku tidak nafsu sama kamu” lalu dia membalikkan badannya membelakangi aku. Betapa sakitnya hatiku, dia tidak mau mencumbuku tidaklah mengapa, tapi tidak perlu dia tambahkan kata2 yang sangat tajam bagaikan silet. Bukankah aku sudah kurus, ketika dia melamarku untuk menjadi istrinya ? kemana saja dia selama ini? Dan bagaimana aku bisa menambah lemak ditubuhku, jika hatiku selalu saja merasa tidak nyaman bersamanya. Bagaimana aku bisa tertawa bahagia, mendengar dia ngobrol dengan mesra dengan seorang teman perempuannya ditelepon, atau memuji cantik banget sih kamu hari ini pada sekretarisnya di kantornya, sementara aku disampingnya. Aku bukan perempuan berhati dewi, aku cuma perempuan biasa, yang selalu cemburu dan tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia dan aku bagaikan bumi dan langit.

Lima tahun bersamanya, mungkin hanya bulan pertama saja aku merasakan kebahagiaan, selebihnya hanya hinaan dan cacian, dan kata2’ dia sudah bosan sama aku’. Tapi dia begitu manis, jika ada orang lain bersama kami.
Aku tidak tau, terbuat dari apa hatinya. Kenapa dia sangat kasar, dan tak pernah menganggapku ada. Apakah aku terlalu kampungan dan tidak bisa mengikuti gaya hidupnya? Bukankah dia sudah mengenalku dan ekonomi keluargaku ketika dia menikahiku ? kemana saja dia selama ini ?
Lima tahun cukup buatku untuk mendampinginya, aku tidak menganggapnya ini sebagai pengorbanan. Seorang istri tidak seharusnya merasa berkorban, apa yang kulakukan selama ini sangat ikhlas, namun ada saatnya aku harus keluar dari gua tempat aku berlindung, untuk menjadi seorang yang istimewa seperti mimpiku. Aku tidak tahu, apakah aku berani menghadapi ini semua.

**************

Dia seorang teman sefakultas yang sangat terkenal dan digilai gadis2 manapun, jangankan dari fakultasku yang kebanyakan gadis2 manis & lugu, tapi juga dari fakultas sebelah, kedokteran gigi yang penuh gadis menawan dan atraktif. Bram, namanya. Jago ngeband, main basket, aktifis senat, pandai orasi, dan seabrek kepandaian lainnya, yang membuat para gadis akan antri untuk dapat kencan dengannya. Di kaca mobilnya selalu saja ada tempelan kertas, yang bertuliskan ” hai, ntar malam jadi kan kerumahku?” kali yang lain, “hai, Bram kenalan dong, aku tunggu ya jam 14.00 dikantin FKG”, kemudian ada juga” I miss u, beib, kapan kita kencan lagi”. uugh, mau muntah rasanya aku membaca tulisan2 itu. Kenapa sih gak ada harga diri sama sekali ? menurutku yang kuper ini, tidak sepantasnya para gadis mengejar laki-laki, biar sudah mau mampus karena perasaan cinta yang berlebihan, atau udah crazy in love, tetap aja tidak boleh berlaku seperti itu.

Teman-teman menertawakan aku, ” Denita sayang, sekarang mah sudah biasa, perempuan mengekspresikan rasa yang ada dihatinya. Sama aja kayak laki2, kalau tuh cowok senang juga, alhamdulillah, kalau nggak, ya cari lagi yang lain….hehe…”
Tapi buatku, tabu untuk menyatakan lebih dulu. Mereka akan membuka kacamataku, dan mengatakan,” Tata, kalau kacamatamu dilepas, dan rambut ikalmu tidak usah dikepang terus, kamu gak kalau lho sama Anggi, ”

Anggi, adalah gadis paling ngetop diangkatanku, cantik, supel, cerdas, kaya, dan segala kelebihan seorang perempuan ada pada dia. Subhanallah, begitu besar karunia Allah pada Anggi. Dan Anggi jungkir balik mengejar Bram. Bram seperti biasa, tebar pesona, kadang mau didekati, kadang cuek bebek. Duh, Anggi, kamu kan bisa mencari orang lain yang juga tidak kalah dengan Bram.
Ditingkat dua, aku satu kelompok dengan Bram. Maaf saja, aku tidak tertarik dengan cowok leboy seperti dia. Biar banyak teman2 sekelas berusaha mencari perhatiannya. Aku tetap saja menjadi sikutu kuper yang selalu cum laude, entah kenapa hatiku begitu dingin, karena aku merasa bagaikan langit dan bumi antara aku dan dia.

Bram, ternyata terpesona dengan kepandaianku ! dia baru menyadari ada seorang gadis bernama Denita dikelasnya, yang tidak pernah silau dengan ketampanannya. Dan dia terus mendekatiku. Berpura-pura tidak mengerti tentang satu pelajaran, dan minta aku menjelaskan, saat aku menjelaskan hal hal yang dia tidak mengerti, dia hanya memandangku, dan mengatakan, “ternyata kamu punya mata yang sangat indah”, aku langsung muak dan meninggalkannya. Satu saat, dia akan mengatakan, ” kamu cantik sekali ternyata, ketika kamu berbicara, burung-burung akan diam, dan semut pun berhenti berjalan beriringan untuk mendengarkan suaramu yang indah,”  di saat yang berbeda, dia pura-pura menarik tanganku, ” ya ampun, lembut sekali tanganmu, pasti hangat berada dalam genggamannya,” Setiap saat selama dua tahun, selalu ada saja yang dipujinya, hampir tiap hari, dan tetap saja aku tidak menghiraukannya
Tapi suatu saat Bram kecelakaan, dia terbaring di RS dalam waktu yang lama. Tiba-tiba aku merasa kehilangan yang sangat. 2 tahun penuh dengan pujian tiap hari. Tiba-tiba satu minggu ini, terasa sepi.

Tidak ada yang mengejarku, saat aku berlari pulang,

Dan mengatakan”Denita, kamu gimana sih? aku udah nunggu kamu, 2 jam ! 2 jam bukan waktu yang singkat untuk menunggu, agar kamu mau aku antar pulang, tapi sekarang malah lari mau pulang sendiri, kamu pikir kamu siapa ? banyak gadis lain yang ingin aku antar pulang,” teriak Bram marah, aku menangis mendengarnya, dan berkata pelan, ” so what ? aku memang bukan siapa-siapa, antar saja gadis-gadismu pulang, aku tidak butuh antaranmu, ” dan akupun berlari menuju buskota yang sudah menunggu. Aku melihat kekecewaan berpendar dari bola matamu, dari balik kaca buskota. Aku tidak tahu apakah ini hanya trik, Bram, karena kamu tidak berhasil mendapatkan sesuatu ?

Dia terkulai dipembaringan di kelas VIP RS sangat elite di Ibukota. Kakinya masih ditraksi, akibat patah tulang femur, karena kecelakaan motor dalam rally yang diikutinya. Aku membezuknya sendiri, dan terharu melihat keadaannya. Maafkan aku, Bram, jika selama ini tidak bersikap baik padamu, padahal kamu selalu baik, coklat yang sering kamu berikan, aku bagikan pada teman2. Bunga yang pernah kamu sisipkan dirambutku, dengan cepat aku buang, karena tidak tahan dengan tawa teman2. Bahkan aku tidak sanggup melihat cahaya mata Anggi yang cemburu melihatmu mendekatiku.
“Denita, tahukah kamu kenapa aku kecelakaan ?” aku menggeleng ditepi tempat tidur. “Karena aku selalu memikirkanmu, setiap saat, aku tidak bisa menghilangkan bayanganmu dari diriku. Saat Rally kemarin, tiba2 saja aku teringat padamu, aku melamun, tiba2 motorku sudah terjungkal, dan aku tidak sadarkan diri. Tahu- tahu sudah disini. Sialan kamu, Tata !”

Aku diam. Aku tidak tahu, apakah aku menyukainya ? Tidak ada getaran yang indah. Tidak ada rasa rindu dan menantikan esok segera datang. Tidak ada suatu rasa yang membuatku ingin selalu bersamanya.
Apa yang tidak layak dari Bram ? semuanya begitu sempurna di dirinya. Wajah rupawan,  pandai bermain musik, aktifis kampus, kaya raya. Aku seperti langit dan bumi dengannya.
” Aku ingin sekali menghabiskan waktu2 dihidupku bersamamu. Aku tidak pernah menemukan gadis yang punya karakter begitu kuat seperti dirimu. Engkau tidak pernah tergoda dengan materi, padahal begitu banyak cewek matre disekelilingku. Engkau tidak pernah membalas rayuan maupun godaanku. Ada apa sih dengan dirimu ? frigid banget sih ! aku jatuh cinta tau sama kamu !”

Aku kembali diam termangu. Jatuh cinta denganku ? ada apa dengan diriku ?
“Denita…” dia mencoba meraih tanganku.
Aku memandangnya dengan haru, tapi aku tidak tahu apakah aku mempunyai rasa yang sama dengan dirinya ? Kehadirannya selalu kubatasi, kupagari seluruh ruang hatiku, agar aku tidak tertarik padanya. Aku tidak tahu apakah demi seorang Anggi? atau karena aku tidak layak untuknya ? atau karena masa lalu, masa kecilku ? Suatu masa yang tidak mengenal arti mencintai dan dicintai ?

Setelah aku menikah, baru aku tahu, dia melamarku untuk membalas sakit hatinya pada Anggi yang berselingkuh dengan temannya.

*************

Aku anak pertama dari 6 bersaudara, yang ditinggal pergi Ayah sejak aku berusia 14 tahun. Ayah pergi meninggalkan ibu, yang katanya tidak pernah dia cintai. Setiap bulan Ayah selalu mengirimkan uang bulanan untuk kami, tapi kehadirannya tidak pernah ada.

Kehadiran jiwanya memang tidak pernah ada sejak aku kecil, saat aku  mulai bisa mengenali seorang ayah & seorang ibu. Kehadiran fisik tidak selalu mewakili kehadiran jiwa. Aku selalu melihat kesedihan di mata dan wajah ibu. Padahal mereka dulu menikah bukan karena paksaan seperti layaknya jaman siti nurbaya. Mereka menikah atas kemauan sendiri. Tapi kata ibu, Ayah lama2 kehilangan cintanya pada ibu yang terlalu sibuk mengurusi 6 anak.

Ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, yang tidak bisa mengambil keputusan, tidak bekerja, jarang menambah ilmu karena terlalu sibuk dengan kami anak2nya, dan pasrah saja ketika Ayah pergi meninggalkan kami. Kadang aku mendengar tangisnya di malam sunyi, saat orang2 terlelap, ketika ibu shalat tahajud dan curhat kepada Nya. Kadang aku ikut menangis di tempat tidur kami, yang aku tempati dengan 3 adikku. Dua adikku yang terkecil tidur dengan ibu.
Waktu aku belum mengerti kenapa orang dewasa menangis, aku selalu heran, kenapa bila malam tiba dan sunyi, ibu selalu menangis. Dan kenapa lama2 Ayah makin jarang pulang ? padahal ketika dia ada pun, dia hanya asyik mengotak atik mobil tuanya. Aku seperti tidak memiliki ayah, dan hanya memiliki separuh ibu. Aku tidak menyalahkan ibu, yang sibuk mengurus adik2ku.

Aku tumbuh besar sendiri, menyadari arti perbuatan yang salah dan benar berdasarkan hukuman disekolah. Kalau aku dihukum berarti aku salah, kalau tidak ada yang menghukum aku, berarti aku benar. Tidak ada pujian, meskipun aku sering berbuat baik dan selalu juara kelas. Semuanya berjalan biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Dirumah aku menjaga dan mengajarkan adik2ku tentang pelajaran yang tidak mereka mengerti, sehingga mereka tidak perlu ikut pelajaran tambahan atau les pada guru mereka, yang akan menghabiskan uang ibu.

Kehidupanku sangat sederhana. Aku tinggal di gang kecil, yang hanya masuk satu mobil, rumah kami dan tetangga kami penuh kehangatan, maksudnya, sangat berjejal dan berdempet-dempetan. Aku bersyukur meskipun cinta diantara ayah & ibu hilang, tapi mereka tidak pernah berteriak2 dan saling memaki, seperti yang sering aku dengar dari tetangga2 disekitarku.

Tidak pernah ada anak laki2 yang menggodaku, seperti mereka menggoda teman2ku. Aku tidak cantik, semua didiriku sungguh sangat biasa. Mataku bulat, namun jarang bersinar. Tubuhku kecoklatan dan tidak halus. Aku adalah gadis yang tidak pernah percaya diri, kalau tidak mau dibilang sangat rendah diri.

Aku tidak tahu arti mencintai dan dicintai, karena aku terlalu sibuk dengan belajar & belajar. Namun aku bertekad akan menjadi seorang perempuan yang istimewa, yang kehadiranku selalu dinantikan dan diharapkan oleh orang2 sekitarku, yang selalu dirindukan oleh teman2ku ketika aku tidak hadir.
Aku tidak mau menjadi sebutir pasir di tepi pantai, yang akan terhembus angin laut lalu hilang entah kemana. Kalaupun masih berserakan ditepi pantai, tidak ada seorangpun yang bisa membedakan sebutir pasir dari butiran pasir lainnya.

Dan, aku merasa menjadi perempuan yang istimewa, ketika seorang Bram melamarku. Aku merasa inilah saatnya aku keluar dari kesedihanku, menemukan orang yang mencintaiku, meskipun aku tetap tidak merasakan rasa dan getaran yang indah bersamanya, namun dia adalah laki2 pertama yang mengatakan cinta dan melamarku. Aku merasa hidupku seperti di sinetron dan dongeng, cinderela menemukan pangerannya.

Tapi, ternyata…ini hanya awal dari penderitaan episode dua…

********

Aku bertemu kembali dengannya setelah 20 tahun kami berpisah. Aku yang pergi darinya, tidak ada kata cerai maupun surat cerai. Aku tidak mau seperti ibuku, yang ditinggalkan ayah. Aku mempunyai harga diri, dan berharap orang lainpun bisa menghargai aku.

Aku melihatnya tampak letih dan tua, aku tidak tahu masihkah dia mengenali aku ?

Setelah pergi darinya, aku melanjutkan spesialisasi kedokteran jiwa, mungkin lebih tepatnya untuk mengobati diriku sendiri, yang kadang penuh kecemasan dan paranoid. Dalam waktu 10 tahun karirku meningkat dengan cepat, aku yang lebih senang mendengar daripada berbicara, rupanya disukai oleh pasien2ku dan keluarga pasien2ku. Bahkan yang seharusnya tidak memerlukan terapiku, rela antri diluar kamar praktekku. Ternyata begitu banyak manusia yang perlu disupport atau sekedar disugesti bahwa dia tidak seperti yang dia pikirkan. atau keluarganya tidak seperti yang dia pikirkan.

To be continued…..

Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
38 Responses
  1. joe says:

    Ceritanya enak banget, walapun rada2 mirip cerita pertama, tapi atmosfernya kerasa banget. Something ordinary can be a special. Tak sabar menunggu kelanjutannya! :) :lol:

  2. meong_oks says:

    mana lanjutannya… lammaaaa….. pnasaran :oops:

  3. meong_oks says:

    bgs kalo endingnya kayak film “13 to 30″ kayaknya…. setiap org hanya akan melanjutkan apa yang telah dimulainya…. :roll:

  4. meong_oks says:

    gak tau ding…. pokoknya ENDINGnya y…. jgn gantung gw dunk! ehehee…. :cry:

  5. Femilia says:

    Tante …
    Bikin lanjutannya dunkk … penasaran neh ..

  6. ani andesta says:

    Mba bote,mana lanjutan ceritany,buruan donk udah ga sbr ni pengen tau endingnya..

  7. Minarliati says:

    :wink: aduh si ibu …inimah CER-BUNG….bukan cerpen atuh…..ditunggu ya kelanjutannya…. :lol:

  8. tini says:

    ditunggu kelanjutannya buu….

  9. joesty says:

    Assalamu’alaykum..
    Mba Bote salam kenal.. Saya nunggu kelanjutannya neh, jgn gantung kami dunk mba (nah lho.. maksudnya apa ya hwehehe)..

    Salute bwat mbak disela2 kesibukan msh bisa nulis..
    ditunggu karya2nya yg laen ya mbak :wink:

    • bote says:

      Waalaikum salam, wr wb
      Terima kasih Joesty…
      iya nih udah kelamaan kegantung ya cerita itu…
      mood nya dah hilang … :)
      sabar yaa…

      Salam

  10. desy nurlina fauziah says:

    dear mba bote
    yg ini aq sukabgt,mirip novel Mira W gitu,kapan lanjutannya mba…pliss ^^

  11. adisti says:

    mbak bote, endingnya dibuat sad ending dunk…. biar bisa mewek2 lagi :)

  12. hany says:

    Grrr…9ape deh!!ŰðãĤ seneng2 eh,malah bersambung!buruan ð☺ηĞ buat endingnya…penasaran euy!!ditungguin pokoknya!!

    • bote says:

      Hehe Haniiii….
      ketinggalan berita banget seeehh…
      lanjutannya udah ada di bukunya, yg udah terbit dari bulan Juli, dan udah launching di bln Agustus…
      Cari yaa ” Sepiring Spagheti untuk hati Gayatri” .. ada kok di Gramedia, kalau gak pesen langsung di penerbitnya ” Pustaka intermasa” Jl. Pertanian III/56 Pasar Minggu, Jak Sel. Telp 021-7806431
      email : pustaka_intermasa@yahoo.com

  13. widyanita says:

    Waaah…saya penasaran ma lanjuutannya niiy… Kpn ni mba bote??‎​​​‎​( •̃͡-̮•̃͡) ( •̃͡-̮•̃͡)…hέhέhέ…( •̃͡-̮•̃͡) ( •̃͡-̮•̃͡) cerita bgs loooh…

  14. Gina says:

    Mba bote, critanyaa bgs.. Tpi penasaran nih.. Karna endingnya ga ada.. Hehehe.. Tlg diinfokan yah mba kalo ada lanjutannya.. Thx b4

    • bote says:

      Duuuhh kasihaaann… supaya gak penasaran, baca lanjutannya yaa di buku “Sepiring spagheti untuk hati Gayatri”, udah ada kok di Gramedia, okay Gin :)

  15. mia says:

    Hwaa..ky makan ga minum keselek tanggung :(

    • bote says:

      Haiii….Mia, salam kenal
      supaya gak keselek, baca aja ya di buku Kumcer saya yg udah terbit dan ada di Gramedia, aku bukan sebutir pasirnya dah komplit :D
      Judul buku nya ” Sepiring Spagheti untuk hati Gayatri”

  16. anggi says:

    Dear dr.Bothe,
    Wah bagus banget dok ceritanya.. Dilanjutin dong ceritanya.. Jadi penasaran dengan akhir dari cerita ini.. Ditunggu ya dok..

    Salam
    Anggi

    • bote says:

      Dear Anggi…
      lanjutannya ada di buku Kumcer saya yg udah terbit… cari yaa di Gramedia atau gunung agung
      “Sepiring Spagheti untuk hati Gayatri”

  17. eva says:

    :-x Kentang nih….Kena Tanggung hehehe….

    Lanjutkan….!

    • bote says:

      Hai, Va, hehe…
      Supaya gak kentang, baca aja lanjutan ceritanya…
      udah ada di Buku Kumpulan cerpen saya ” Sepiring Spagheti untuk hati Gayatri”, ada di Gramedia dan Gunung Agung…
      Cepetan cariii :D

  18. arini says:

    Ass, salam kenal bu, 8)

    Asli menyentuh dan realita bgt.. terjebak dlm cinta palsu :cry: ,hny ingin merasakan diistimewakan :( . hu..hu..hu.. aq punya temen , persis deh . nah loh ?? Insya Allah 8) 8) aq akan cari bukunya , memburu kemana pun ..
    ¸.•´. ¸.•*¨) ¸.•*¨)
    (¸¸.•´(¸.•. =)) HeeHeeHee =)) ??`?¨?????´

    Doa in , disurabaya mash ada yach….

    Wassalam..

  19. jwi says:

    Smbungan crtaY mana y??

  20. Lee says:

    Lanjutannya udah ada blom???

  21. jp's says:

    keren ceritanya….

  22. kikii says:

    Ditunggu mb lanjutannya..

  23. winda says:

    Syng bngt yah critanya hanya setengah jalan padahal seruuuu lohhh!!!⇜ⓓⓘ⇝ tunggu lohhh klanjutanya!!!

  24. someone says:

    Sang suami mirip dengan suamiku (yang sekarang entah kemana) dan masih tetap kucintai…

  25. Yuni says:

    waduhhh harus cepet2 ke gramedia nih….. :roll:

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:wink: :twisted: :roll: :oops: :mrgreen: :lol: :idea: :evil: :cry: :arrow: :D :?: :-| :-x :-o :-P :-? :) :( :!: 8-O 8)