dr. Botefilia Arjunadi SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Dokter Kandungan Perempuan, RSP - Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, RSIA Tambak, Rumah Sakit Tria Dipa. Senam Kehamilan dan Sex. Melahirkan secara normal. Prematur. Partus (Melahirkan) Persalinan normal Partus Normal
10 Apr 2009 Sindroma Ovarium Polikistik, penyebab gangguan haid
 |  Category: Kesehatan  | Tags: ,

pco2Pertanyaan yang masuk kedalam blog ini rata2 menanyakan gangguan haid yang terjadi, dan kebimbangan apakah kelak bisa hamil.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan haid menjadi terganggu ? tidak dalam siklus yang normal ?

Postingan tentang fisiologi haid mungkin yang memicu pertanyaan itu.

Nah, sekarang mari kita sedikit mengulas tentang Sindroma Ovarium Polikistik, si penyebab gangguan haid.

pcoSindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kelainan endokrinopati yang paling banyak dijumpai pada wanita usia reproduksi.

Sindrom ini ditandai dengan kumpulan beberapa gejala seperti gangguan haid, gangguan ovulasi, hiper androgenism dan gambaran ovarium polikistik .

Kurang lebih 60-70% wanita dengan berat badan lebih, dan 40-50% wanita dengan berat badan normal dapat menunjukkan gejala seperti tersebut diatas.
Tentu saja hal ini menjadi terkait erat dengan kondisi infertilitas (gangguan kesuburan), terutama yang terkait dengan siklus yang tidak berovulasi.

Sindrom ini juga memiliki kaitan erat dengan kondisi resistensi insulin.
Tatalaksana SOPK dengan masalah gangguan kesuburan pertama adalah memperbaiki gaya hidup seperti berolahraga teratur, menciptakan berat badan yang ideal dan menjaga pola makan, kedua adalah menggunakan obat-obatan pemicu kesuburan dan yang ketiga jika memang terdapat resistensi insulin dapat diberikan obat yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Tindakan operatif “drilling” ovarium dengan laparoskopi atau pembuatan bayi tabung merupakan upaya terakhir jika cara pengobatan lainnya tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Diagnosis Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK)
Gejala yang sering dikeluhkan penderita SOPK antara lain adalah siklus haid yang sering terlambat atau tidak datang haid untuk waktu yang lama.  Disamping itu terdapat pula gejala lain yang terkait dengan hiperandrogenism seperti wajah yang mudah berjerawat atau tumbuh rambut yang berlebihan pada tempat-tempat yang khas untuk pria, misal kumis, janggut, jambang, dada, perut, punggung dan sebagainya.

Sindrom Ovarium Polikistik dengan gangguan kesuburan
Kondisi gangguan ovulasi menyebabkan SOPK menjadi salah satu penyebab dari gangguan kesuburan. Kondisi oligo/anovulasi dapat dikenali dari adanya perubahan siklus haid. Jika siklus haid yang normal adalah  berkisar antara 21-35 hari, maka perubahan siklus haid yang pada awalnya dikeluhkan oleh penderita SOPK ini adalah siklus haid yang jarang (melebihi 35 hari) atau bahkan tidak mendapat haid lebih daripada 3 bulan. Jika kondisi ini telah terjadi menahun maka keluhan gangguan haid lain yang akan dikeluhkan adalah adanya siklus haid yang ireguler atau tidak teratur. Haid menjadi lama, kadang hanya bercak-bercak darah saja, dan kadang menjadi banyak .

Kegemukan, resistensi insulin dan gangguan kesuburan
SOPK sering dikaitkan dengan adanya timbunan lemak tubuh yang berlebihan terutama di dalam rongga perut. Pasien yang memilki indeks massa tubuh (IMT) lebih besar dari pada 25 kg/m2 atau lingkar perut yang lebih besar dari pada 80 cm akan sangat berisiko untuk memiliki kelainan SOPK ini.
Timbunan lemak yang berlebihan terutama di dalam rongga perut akan menimbulkan perubahan keseimbangan zat-zat kimiawi tertentu yang dapat mengakibatkan menurunnya sensitivitas insulin. Kadar insulin menjadi lebih tinggi daripada normal. Kondisi hiperinsulin ini disebut dengan istilah resistensi insulin. Berdasarkan kriteria yang diteliti oleh dr. Muharam dan rekan, maka kondisi resistensi insulin dapat ditegakkan jika dijumpai kadar insulin puasa lebih daripada 10.1 ui/ml atau jika dijumpai nisbah glukosa puasa terhadap insulin puasa kurang daripada 10 ui/ml.
Berdasarkan beberapa penelitian yang ada, ternyata kondisi resistensi insulin hanya dijumpai pada penderita obesitas saja. Namun telah banyak dibuktikan bahwa penderita SOPK dengan berat badan normal pun dapat menunjukkan gejala resistensi insulin. Kondisi resistensi insulin pada penderita SOPK dengan berat badan normal (langsing) terkait erat dengan lingkar pinggang lebih daripada 80 cm atau karena faktor genetika.
Kondisi resistensi insulin dapat dicurigai jika dijumpai gejala klinis seperti IMT>25 kg/m2, lingkar perut>80 cm, lipatan sub-skapula>50 mm, dan akantosis nigrikans pco1

Penanganan gangguan kesuburan
1. Penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup
Jika penderita SOPK memiliki IMT yang lebih dari pada 25 kg/m2 maka pilihan terapi utama untuk mengatasi gangguan kesuburan adalah menurunkan berat badan. Penurunan berat badan dapat memperbaiki resistensi insulin dan juga sekaligus dapat mengatasi masalah ovulasi pada SOPK dengan masalah kelebihan berat badan. Prinsip tatalaksana ini adalah memperbaiki gaya hidup. Olah raga teratur, mengurangi asupan kalori yang berlebih, sehingga tercapai berat badan tertentu .
Penurunan berat badan sebesar 5% dapat memperbaiki resistensi insulin dan sekaligus dapat meningkatkan kejadian ovulasi sebesar 50% . Penurunan berat badan sebanyak 5% sudah cukup untuk memperbaiki siklus menstruasi sebesar 80%. Disamping itu penurunan berat badan sebesar 5-10% saja sudah dapat melindungi penderita SOPK dengan resistensi insulin terhadap tipe 2 diabetes melitus dan dislipidemia .
Program penurunan berat badan bagi pasien dengan indeks masa tubuh (IMT) antara 27-30 kg/m2 merupakan hal yang sangat penting bagi penderita SOPK. Pengurangan kalori antara 300-500 kalori per hari dapat menurunkan berat badan sebanyak 10% dalam 6 bulan. Bagi penderita SOPK dengan IMT >35 kg/m2, pengurangan kalori sebanyak 500-1000 kalori per hari dapat menurunkan berat badan 500-1000 gram per minggu .
Diet rendah lemak dan gula serta banyak makan sayuran sangat dianjurkan bagi pasien dengan berat badan berlebih atau obesitas .
Olahraga aerobik teratur seperti berjalan kali selama 30 menit per hari dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Kegiatan lain seperti yoga, relaksasi, meditasi dan sebagainya dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kadar gula darah puasa dan kadar kolesterol.
2. Induksi ovulasi
Terdapat beberapa cara untuk induksi ovulasi. Secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu terapi lini pertama dan terapi lini kedua.
Terapi lini pertama adalah penggunaan obat-obatan, dan obat induksi ovulasi yang terkenal untuk SOPK adalah klomifen sitrat .
Jika terdapat kegagalan klomifen sitrat menghasilkan ovulasi maka perlu diperhatikan kemungkinan adanya resistensi insulin.

Terapi kombinasi antara klomifen sitrat dengan obat yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin seperti metformin atau actos® dilaporkan mampu memperbaiki kemampuan ovulasi .
Jika pengobatan lini pertama gagal, maka pilihan berikutnya adalah terapi lini kedua yaitu “drilling” ovarium dengan laparoskopi atau langsung ke program bayi tabung.

Sumber :
Andon Hestiantoro, dr, SpOG, KFER
Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi,
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RS. dr. Cipto Mangunkusumo, JAKARTA

Email This Post Email This Post Print This Post Print This Post
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
50 Responses
  1. femi says:

    sore dok.. salam kenal. saya mau nanya masalah haid saya saya pertama kali haid umur 14 tahun beberapa bulan pertama haid, haid saya normal namun kemudian haid saya keluarnya bisa sampai 2 minggu bahkan lebih….setelah haid bersih 2 minggu lagi datang haid lagi… selama 2 minggu itu haid saya bisa keluar sedikit2 saja, atau bahkan ada juga yang keluar banyak seperti darah begi gitu sakin banyaknya sampai-sampai saya satu kali saya pingsan… saya pernah berobat umur 17 haid saya memang berhenti tapi tetap saja bulan berikutnya seperti itu lagi, waktu itu saya diberi norelut. kemudian november 2009 saya berobat lagi sejak itu saya jadi lelat 1,5 bulan. kemudian haid saya datang februari 2009, sejak itu baru haid saya jadi teratur dengan siklus 30-34 hari dimana setiap haid 6-7hari.. waktu itu saya juga konsumsi vit E setiap hari.. kemudian setelah saya menikah 25 sept kemarin haid saya jadi kacau… bulan oktober masih normal datangnya tgl 6 okt kemudian bln nov datangnya tgl 2 tapi keluarnya cuma 2 hari dan sampai sekarang saya tidak haid lagi cuman test pack saya negatif dan usg juga kosong… menurut dokter apa yang terjadi sama rahim saya? apa yg harus saya lakukan dok… oya umur saya 23 th BB 45 TB 165.makasih sebelumnya dok,,, udah curhat panjang lebar juga

  2. femi says:

    maaf dok maksud saya TB saya 155 dok…

  3. polin setia says:

    dok tolong di bls y dok

  4. noer says:

    Dokter Bote yang baik, mohon pencerahan dok… di bulan Januari’10 haid saya agak aneh dok, ketika 2 hari pertama sy mendapatkan haid dengan darah yg sangat deras dan banyak. karena saya khawatir sy ke dr dan dikasih transamin, selepas itu darahnya tidak terlalu banyak. hanya saja hingga hari ke 13 masih saja ada bercak-bercak darah (flek) yang tidak terlalu banyak. akhirnya saya konsultasikan dengan dsog dan di kasih lutenyl. selepas itu memang berhenti sekarang sudah hari ke 5 berhenti (sy minum lutenyl hny 1x). sy berusia 27 tahun, belum menikah dan memang gemuk. apakah ada pengaruhnya dok, hny yang saya bingungkan baru bulan ini saja, saya sempat kahwatir jangan2 menstruasi dgn darah banyak juga akan berulang dibulan2 kedepan. terima kasih dok untuk pencerahannya, semoga dokter sehat dan sukses selalu…

  5. titi says:

    ass..terimakasih atas infonya yg mampu mengobati penasaran saya. saat ini saya induksi dg klomiphene sitrat 100mg hari3-5 mens. adakah efek sampingnya, brp batas pemakaiannya? gaya hidup yg seperti aapa yg bisa menyembuhkan sopk?trmkh atas jwbnya.wass,…

  6. vierta says:

    siang, dok..
    salam kenal…
    thx ats info ttg PCO nya, menambah wawasan sy ttg PCO mengingat baru2 ini sy didiagnosa PCO olh dktr kndgn di jogja. saat ini sy dlm rncna terapi induksi ovulasi. sy skrg diberi obat optivit, biofolat plus, evita400, dan nutricholin. jika 2-3mgg lg sy menstruasi pd hari kedua atau ketiga sy dmnta kembali utk mdptkn obat. kira2 obat ap yg akn diberikan kpd sy? sy skrg jg mengkonsumsi obat herbal utk kesuburan, apakh diperbolehkn pd saat yg sm minum obat dr dokter dan minum obat herbal? adakah efeknya pd kerja kimiawi masing2 obat? trmksh ats bantuanya…
    dok, blog dokter sdh sy link di blogroll sy…thx… :)

  7. tya says:

    d0c . umur saya 14 tahun , tp knpa aya blum haid !? , apakah ini penyakidt !? , akk takud .. :?:

    • bote says:

      Dear Tya,
      jika pertumbuhan seks sekunder ada, yaitu payudara, rambut pubis dan rambut ketiak, tidak usah khawatir, tunggu saja sampai usia 16 tahun. Tapi jika pertumbuhan seks sekunder tidak ada, segera periksa ke dr kandungan, oke ?
      salam

  8. riri says:

    salam kenal,
    saya sering bingung dengan siklus haidh saya yang 2 bulan sekali kadang bisa sampe 3 bulan sekali, tiap datang bulan sakit sekali, sampai sekarang umur saya 20 tahun. normalkah saya?
    adakah solusi untuk mengatasi itu??
    terimakasih

  9. mike nurhidayah says:

    saya berusia 31 thn. memiliki 3 anak. anak pertama berusia 8 th. anak kedua 4 th. anak terakhir saya berusia 1.5 thn. lahir bulan Oktober 2008 kmd langsung pake kb suntik 1 bln karena mau beralih ke IUD. bln Desember 2008 pasang IUD kmd keluar darah/bercak 1 hari dan setelah itu tidak Haid sampai dengan sekarang. mhn penjelasan. saya menyusui anak saya sampai dengan sekarang.

  10. rahmia says:

    malam dok… saya saat ini berusia 25 tahun, BB 54 TB 158 cm, sudah menikah +-1 tahun tapi belum memiliki keturunan. haid saya dari sejak remaja sering tidak teratur kadang 3 bulan tidak mens, bahkan dulu semapat 6 bulan tidak mens. tetapi setelah menikah alhamdulilah haid saya teratur. saya merasa cemas namun tidak pernah berobat, saya juga teratur mengkonsumsi vit. E sebelum menikah saya sempat USG katanya rahim saya normal, saya lega.tapi semenjak + 1 tahun belum ada tamda2 kehamilan saya menjadi cemas lagi dan lalu konsultasi ke dr. kandungan di RSCM, disana saya di HSG beliau hanya berkata sel telur saya banyak tapi kecil2 mirip polikistik, tapi beliau masih ragu2.. terus saya dan suami disuruh periksa sperma dan berbagai macam hormon antara lain HCG, FSH, rubella, toxo,dsb Apakah itu perlu dok? dan apakah keputihan juga menyebabkan infertilitas?iya selain itu saya di beri obat doxyciclin dan lacttacid.. saya sangat takut dok.. apakah saya termasuk penderita polikistik ovari? BB saya normal, saya tidak pernah mengalami obesitas, saya juga tidak berkumis atau berbulu lebat..mohon penjelasannya…

  11. Ny Y says:

    dok, juli 2010 ini kami masuk 2thn married. tapi belum jg ada momongan. diagnosis dokter saya menderita SOPK. BB saya : 70, Tb: 153. dokter SPOG di kota saya “sudah angkat tangan”. beliau menyarankan untuk konsul ke dokter SPOG sub spesialis endokrin. sya sudah sekali konsul dan beliau belum “memvonis apa2″. saran pertamanya turunkan BB. kira-kira kalau BB normalnya brp? trus kalau dah normal apa bisa menjadi jaminan tersendiri bisa memperbaiki siklus haid saya..mungkinkah penderita SOPK bisa normal kembali? atau nggak..mksh dok.. mhn doanya kami diberi kemudahan dalam melewati masa-masa ikhtiar ini…Wass

  12. rany says:

    hay dok,
    saya saat ini berusia 19 tahun,,
    saya mulai haid usia 12 tahun dan siklus haid saya 2 bulan sekali,,
    tapi sudah 2bulan saya udah gak haid lagi itu karena apa y dok??
    terus kalo mau cek kemana??

  13. sain says:

    dok, istri saya sudah lama menderita penyakit ini,, apakah dg obat-obatan saja bisa utk menyembuhkan? tapi anehnya istri saya tidak d tanda2 obesitas tapi cenderung ke kurus bahkan menurut saya terlalu kurus, apa penyakit ini juga menghambat perkembangan berat badan? kemari sudah periksa n di usg dan terlihat ada 15 sel telur yg berebut mw keluar, apa itu sudah parah atau masih taraf aman? mksh sebelumnya dok

  14. novi says:

    dok makasih banget atas pencerahannya saya jadi sedikit terbantu dan tidak jadi stress berat karena saya pikir saya punya penyakit macam2 walau sudah di usg normal ternyata benar obesitas bisa buat keluar flek dan haid tidak lancar :) lega rasanya

  15. citra says:

    ass,.dok saya citra,saya sudah menikah 1 tahun 1 bulan,setelah 6 bulan menikah saya konsul ke dokter dengan keluhan oligomenore (siklus 40 hari) berat badan saya normal dan tidak ada keluhan seperti jerawat,tumbuh bulu seperti layaknya pria,saya sempat menjalani USG transvaginal dokter yang mengangani saya mengatakan ovarium sebelah kiri saya gejala PCo namun yang sebelah kanan normal, saya juga sudah menjalankan HSG hasilnya tuba Fallopi saya paten dan tidak ada kelainan,.saya sempat diberikan profertil sebelum pemeriksaan HSG. namun selama 5 bulan ini pengobatan saya terhenti karena waktu yang belum memungkinkan hingga saat ini saya belum dipercaya untuk hamil oleh Allah SWT, mohon saran dokter untuk tindakan atau pengobatan yang terbaik,..terima kasih sebelumnya,.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:wink: :twisted: :roll: :oops: :mrgreen: :lol: :idea: :evil: :cry: :arrow: :D :?: :-| :-x :-o :-P :-? :) :( :!: 8-O 8)