Aku mendekap dadaku, dan berlari-lari kecil melintasi koridor rumah sakit melewati gerimis. Malam begitu dingin.
Dan hatiku begitu dingin, mendung dan gerimis, mungkin sudah hujan sekarang.
Betapa seringnya aku melewati rasa ini. Rasa yang membuatku seakan kaku dan lebam seperti mayat.
Betapa seringnya aku meneteskan airmata karena rasa ini, rasa cemburu yang tidak beralasan. more…
Archive for the Category ◊ Cerpen2 Bote ◊
Aku terbangun dengan kaget. Seluruh tubuhku dibanjiri keringat. Padahal AC kamar sangat dingin. Akku bermimpi, pasti bermimpi. more…
Aku menjejakkan kaki ke tembok dengan tubuh yang udah setengah salto, tapi pinggang celana jeans ini tidak mau juga beranjak dari tempatnya. more…
Matanya terpejam begitu indahnya. Diluar angin dan hujan menderu-deru. Tidak pernah mendung begitu sendu dan membiarkan alam seakan ingin bercerai berai. Aku menahan tangis dengan keras. Tidak pernah ada rasa kehilangan yang begitu sangat…. teramat sangat, seperti luka hati saat ini. Kusadari kutemukan rasa yang selama ini hilang, dan selalu kubiarkan menggelepar dialam bawah sadarku. more…
Aku mengenalnya satu tahun yang lalu. Gerhana namanya. 3 bulan berkenalan langsung tunangan. Aku pikir cinta akan datang dengan sendirinya. Tapi ternyata aku tetap saja merasakan kehampaan bila bersamanya. more…
“Berapa jam yang telah kita habiskan dari waktu kita untuk duduk didepan komputer, notebook, netbook , blackberry dalam sehari ? more…
Dia seperti malaikat didepan sahabat, teman dan keluargaku. Kalimatnya menyenangkan orang 2 yang mendengarnya, tutur bahasanya sopan, dia selalu melakukan hal2 yang menyenangkan orang lain, dia memeluk dan menciumku didepan umum. more…

Recent Comments